SUTRADARA CILIK
Labels: anak, artikel, cerita, kisah, pengembangan | at 5:47 AM





Labels: buku, cerita, kata-kata, kisah, perpustakaan | at 11:19 AM
Labels: artikel, cerita, ruang bebas | at 9:17 PM

Labels: anak, artikel, cerita, otak | at 3:03 AM
Labels: artikel, cerita, kisah, pendidikan | at 11:00 AM

Labels: cerita, kisah, ruang bebas | at 10:45 AM
Labels: artikel, cerita, kisah, perjalanan | at 8:26 AM
Labels: cerita, foto, kisah | at 12:22 PM
Labels: cerita, kisah | at 9:29 AM
Labels: artikel, cerita, kisah, kopi | at 1:16 AM
Labels: artikel, cerita, pengembangan | at 11:26 AM
What is the meaning of happiness?
Everyone surely have already known this word, so simple, comes from haapy. But I am not sure that they are totally understand about the meaning of it.
Labels: artikel, cerita, kisah, puisi | at 7:38 PM
Sekali lagi untuk kesekian kalinya, salah satu temanku pergi, menghadap Sang Pencipta. Dan untuk kesekian kalinya aku dan yang lainnya tetaplah berbaris rapi juga menuju-Nya. Mengingat satu rekan kerja ku yang kami panggil dengan sebutan “mbah”, karena umur beliau yang sudah cukup lama dibandingkan kami, 77 tahun.
Mbah Elli, begitu kami menyebut lengkapnya, memang bisa disebut seseorang yang cukup aktif. Dengan usia se-lanjut itu beliau masih mampu mengerjakan pekerjaan kantor yang berurusan dengan hal seputar pajak. Masih tangkas mengendarai motor dengan kecepatan diatas rata-rata, dan pantang sekali terlihat lemah didepan kami. Meskipun akhirnya secara fisik, beliau menyerah pada penyakit yang tanpa beliau sadari, osteoporosis stadium 4, yang memakan habis sebagian dari tulang iga-nya.
Kemarin kami ber-bela sungkawa ke rumah beliau dan seperti ritual lainnya pun, kami akan mendengarkan dengan takzim penuturan anggota keluarga beliau yang menceritakan saat – saat terakhir. Diceritakan bahwa pada saat terakhir hampir datang, kakek dari 24 cucu dan 2 cicit ini sudah mampu menyambutnya, begitu merasakan kehadiran malaikat Izrail yang menunggu disamping-nya dan mampu mengikhlaskan semuanya. Beliau pun sempat meminta sang istri untuk menghubungi teman-teman di kantor dan pihak keluar untuk berpamitan dan berpesan terakhir.
Aku menulis ini, sebagai persembahan terakhir-ku buat Pak Elli, semoga tenang dialam sana dan namanya tersimpan rapi di hati orang-orang yang menyayang-nya.
Yang selalu tersimpan jelas dalam ingatan kami, beliau adalah sosok yang tegar, berpikir bahwa kemauan keras akan mampu mengeluarkan kemampuan yang tak terlihat, selalu aktif tanpa terbentur dengan usia dan keadaan dan pengabdian tanpa ada batas.
Dari kami,….. Selamat jalan mbah Elly……
Telah jatuh sudah
Helai daun yang tertulis namanya
Kembali menuju tempat dia berasal.
Telah tergores sudah
Kenangan tentang hidupnya
Tersimpan di benak dan tak terlupa.
Dia ada ketika kami-pun ada
Bersama saling tersenyum
Dan melewatkan waktu.
Ingin di hati kami
Yang sedang berbaris menuju-Nya
Mampu kembali dalam senyum dan kenangan indah.
Sadari di hati kami
Kami pulang tanpa apa-apa
Hanya iman dan kebaikan sebagai bekal.
Read more...
Labels: artikel, cerita, kisah, perjalanan | at 7:13 PM
![]() |
| From Blogger Pictures |
![]() |
| From gambar id |