Looking Into the deeper Dimension

Labels: artikel, buku, pendidikan, ruang bebas, tips | at 8:45 AM






Labels: anak, kata-kata, puisi, ruang bebas | at 9:49 PM
Pikiranku buntu...
buntu....
tak mau maju apalagi mundur
Tapi, diujung sana senyum manisnya memanggilku
lesung pipitnya menarikku untuk tetap maju, berjalan lagi
apapun yang terjadi sekarang.
Kucoba tarik semangatku lagi, kupompa
ya aku punya alasan untuk semua ini.
kupegang tangannya erat-erat,
katanya,"Aku punya obat dibadanku, kalau Ibu peluk aku, capeknya Ibu pasti sembuh".
Tersenyum kupeluk dia, ya...buatnya semua akan kujalani, buatnya lelahku tak ada arti, buatnya semua tangis akan berubah menjadi tawa..
I Love U, my sunshine.... you are the best in my life.
Labels: kata-kata, kisah, puisi, ruang bebas | at 12:12 PM
Labels: artikel, cerita, ruang bebas | at 9:17 PM

Labels: cerita, kisah, ruang bebas | at 10:45 AM
Labels: ruang bebas | at 7:23 PM
Labels: ruang bebas | at 7:10 PM
Labels: ruang bebas | at 7:53 PM
Labels: ruang bebas | at 10:30 PM
teman,
pernahkah kau merasakan ?
dirimu yang luruh terkelupas
seakan kulit tubuh telah terampas.
teman,
pernahkah kau merasakan ?
tak lagi kau bisa bedakan
apa yang telah tubuhmu lakukan
teman,
pernahkah kau merasakan ?
kau mengaku ada
namun bayanganmu tak terasa
seakan berjalan jauh
namun tak kaurasa lelah
seakan telah melihat apapun
namun hanya tatapan kosong yang kau dapat
sudah hilangkah kepekaan itu?
sudah lenyapkah perasaan itu?
Labels: ruang bebas | at 8:05 PM
Labels: ruang bebas | at 8:07 PM
Labels: ruang bebas | at 1:11 AM
engkau adalah matahari dalam hari ku
yang membuat hari-ku selalu hangat
oleh tawa dan tangis mu.
engkau adalah matahari dalam waktu ku
yang membuat waktu ku selalu berbeda
oleh tingkah dan laku mu.
engkau adalah matahari dalam kelemahanku
yang membuat pahit ku selalu manis
oleh celoteh mu.
engkau adalah matahari dalam ketiadaanku
yang membuat jatuh ku selalu indah
oleh senyum manismu.
matahari ku,
bantulah aku menjadi yang berguna untuk mu
buatlah aku menjadi yang selalu kaubutuhkan
dan menjadi yang selalu kau sayang.
matahari ku,
sakit ketika memapahmu melihat cahaya pertama
malam tanpa tidur ku
dan lelah menjagamu dalam tidur,
terhapuskan hanya oleh mu.
terhapuskan oleh bening tatap matamu
yang selalu kautujukan untuk ku, sayang.
(to my lovely boy-i miss u so much, 211008)
Read more...
Labels: ruang bebas | at 10:57 PM
Labels: ruang bebas | at 10:52 PM
dalam lelah ku berjalan aku mencoba menarik nafas panjang memikirkan yang sudah terlewati dalam gelisah ku dihati aku mencoba mengingat diri dari segala dosa yang terbuat olehku. sejenak aku berhenti berkaca pada apa yang bisa ku kaca tak kulihat satu pun bayangan terpantul sejenak aku beristirahat bertanya pada diri disaat keberadaan mulai samar. Read more...
Labels: ruang bebas | at 5:52 AM
hanya satu kali ada disini dan kesempatan tidak-lah datang lagi mungkin ataupun tidak mungkin suka ataupun tidak suka inilah yang terbaik untuk-ku yang telah pasti dipilihkan untuk-ku untuk apa meratap dan dengki ? karena setiap orang mendapat bagian sendiri sesuai dengan kemampuannya kamu tidaklah lebih pandai dari-Nya Yang Mengetahui segala dalam isi otak-mu segala dalam pikiran dan jiwa-mu penggenggam masa depan-mu untuk apa berpaling dari hal yang sudah pasti sudah pasti kebenarannya hanya satu yang perlu dilakukan bersyukur dari hati yang terdalam karena segala dari-Nya adalah yang terbaik. Read more...
Labels: ruang bebas | at 9:13 PM
Satu jalinan kembali terurai, melepaskan diri dari keterbatasan, meloloskan diri dari ketiadaan, demi sebuah impian. Sudah sekian lama kami terjalin, dari suatu kisah di masa kecil, kami lalui waktu bersama, dalam tangis dan juga tawa. Ingatkah kau?, ketika kita berselisih ketika saling pukul dan lempar hingga kesabaran-mu lah yang bertahan. Ingatkah kau?, ketika tumbuh dalam suatu tantangan, kita lalui semua dalam amarah, meski peringatan tanpa lelah terucap. Ingatkah kau?, akan liku-liku masa dan tempat, yang pernah kita lalui, selalu nyata dan jelas dalam ingatan. Ternyata tetes mata-ku ikutlah runtuh, seperti tidak kuasa melepas, ternyata hati dan rasa-ku begitu dalam, meski selama ini tidak pernah kusadari. Ya.. satu jalinan kembali terurai, menggeliat mengucap salam, kulihat di mata dan senyumnya, penuh cita dan impian disana. Selamat jalan, janji kita untuk bertemu disuatu waktu, disuatu keadaan yang berbeda, disuatu pribadi yang lebih baik. kejar impian-mu!... minta-lah angin membantu langkah-mu, tanya-lah matahari untuk menghangatkan-mu, dan bintang ketika malam-mu sepi. dan... selalu ingat-lah... kemana... kau akan kembali.... (mengenang saudara-saudara-ku tersayang yang sedang terbang mengejar impian, 121008) Read more...
Labels: ruang bebas | at 1:37 AM
aku berjalan dalam lorong kesalahan menapaki lumpur-lumpur dosa begitu jelas jejak-ku tertinggal dalam gelap pekatnya langkah. perjalananku hanya mengikuti ingin-ku dengan mata buta tanpa arah dan hati tertutup kabut jiwa yang kerdil selalu mengikuti. dari kejauhan kulihat akhir dari lorong ini cahaya yang menyilaukan ingin aku berlari menuju-Nya mencoba menggerakkan hati dan jiwa yang membeku. namun kenapa tak jua terlangkah ? seakan menikmati terbenamnya kedua kaki dan menikmati semua dosa-dosa-ku tanpa mau beranjak pada kebenaran. cahaya itu ada, tetaplah menunggu Maha Tahu apa yang kau perbuat disini tidak takutkah kau akan dosa ? tidak takutkah kau akan dia ? Read more...
Labels: ruang bebas | at 5:54 PM
Labels: ruang bebas | at 5:49 PM
Labels: ruang bebas | at 5:47 PM
![]() |
| From Blogger Pictures |
![]() |
| From gambar id |