Showing posts with label ruang bebas. Show all posts
Showing posts with label ruang bebas. Show all posts

Looking Into the deeper Dimension

There is one of my favorite routine now, join yoga’s class every twice a week after office hour. The reasons I had joined this class are breath practicing and also trying to train the balance between mind and body. In one day, I had
spent 8 hours or more in office, doing my tasks and surely facing many problems. And almost every night I couldn’t sleep well, always have a”heavy” dream. I mean ‘heavy’ here is the dream which is so clear until sometimes I couldn’t differ between the real world and the dream world. (Huff…)
So that, in mention above becomes my majority reason, why I had chosen yoga class, I would like to know more about what is the philosophy of YOGA?
Based on Timoty Burgin on his book “Yoga Basic” states that the main philosophy of yoga is simple: mind, body and spirit are all one and cannot be clearly separated. Yet there is a multitude of philosophical ideas developed by looking into the deeper dimensions of the body, mind and spirit.
There are eight-fold path of yoga lays the Yamas, the beginning is Patanjali, the moral, ethical and societal guidelines for the practising yogi, all express in the positive, and thus become emphatic descriptions of how a yogi behaves and relates to her world when truly immersed in the unitive sate of yoga. Patanjali considered the Yamas the great, mighty and universal vows. He instructs us that they should be practiced on all levels (actions, words, and thoughts) and that are not confined to class, place, and time or concept of duty (YS 2.31).
Ahimsa is the practice of non-violence, which includes physical, mental, and emotional violence towards others and the self. Compassion is the ability to accept events as they are with an open and loving heart. It is a letting go of reacting to a situation in a conditional and negative way, and replaces those thoughts or feelings with kindness, acceptance and love. At first practicing compassion is hard, frustrating and not fun. But the key is to have compassion for oneself for not having compassion, and to smile at this contradiction.
Satya (truthfulness) urges us to live and speak our truth at all times. Living in your truth not only creates respect, honor and integrity but also provides the vision to clearly see the higher truths of the yogic path.
Asteya (non-stealing) is best defined as not taking what is not freely given. On a personal level the practice of Asteya entails not committing theft physically and/or not causing or approving of anyone else doing so--in mind, word, or action. While not easy, practicing Asteya encourages generosity and overcomes Lobha (greed). And as Patanjali tells us, “when Asteya is firmly established in a yogi, all jewels will become present to him/her.” (YS 2.37).
Brahmacharya (continence) states that when we have control over our physical impulses of excess, we attain knowledge, vigor, and increased energy. To break the bonds that attach us to our excesses and addictions, we need both courage and will. And each time we overcome these impulses of excess we become stronger, healthier and wiser. One of the main goals in yoga is to create and maintain balance. And the simplest method for achieving balance is by practicing Brahmacharya, creating moderation in all of our activities.
Aparigraha (non-coveting) urges us to let go of everything that we do not need, possessing only as much as necessary. The yogis tell us that worldly objects cannot be possessed at all, as they are all subject to change and will be ultimately destroyed. When we become greedy and covetous we lose the ability to see our one eternal possession, the Atman, our true Self. And when we cling to what we have we lose the ability to be open to receive what we need.
So that, in our full activities, I think it is a good idea to spend our precious time to join yoga's class. For a moment to forget everything, problems and enter a new dimension in getting a new spirit to face to next day.
Namaste...
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

HARI YANG INDAH...

Lelahku ku menggantung di pikiran, otak-ku bahkan hatiku.
Kaki sudah memberontak seakan mau berteriak
BERHENTI!.... ku tak mau berjalan lagi
Otak-ku kusut tak mau menerima respon
karena terlalu banyak yang dijejalkan
disimpan, dianalisa, di proses
dan dimuntahkan lagi.

Pikiranku buntu...

buntu....

tak mau maju apalagi mundur

Tapi, diujung sana senyum manisnya memanggilku

lesung pipitnya menarikku untuk tetap maju, berjalan lagi

apapun yang terjadi sekarang.

Kucoba tarik semangatku lagi, kupompa

ya aku punya alasan untuk semua ini.

kupegang tangannya erat-erat,

katanya,"Aku punya obat dibadanku, kalau Ibu peluk aku, capeknya Ibu pasti sembuh".

Tersenyum kupeluk dia, ya...buatnya semua akan kujalani, buatnya lelahku tak ada arti, buatnya semua tangis akan berubah menjadi tawa..

I Love U, my sunshine.... you are the best in my life.

Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

THE POWER OF A DREAM

Deep within each heart - There lies a magic spark That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man - The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations
Your mind will take you far - The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl - As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration
Feel the flame forever burn - Teaching lessons we must learn To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best - To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here The world unites in hope and peace - We pray that it will always be It is the power of the dream that brings us here
There’s nothing ordinary - In the living of each day There’s a special part - Every one of us will play
There’s so much strength in all of us - Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t - You’ll discover that you can
The power of the dream The faith in things unseen The courage to embrace your fear No matter where you are To reach for your own star To realize the power of the dream
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

TV PROGRAM

Hari ini aku lumayan menikmati nonton TV, tumben sekali memang, karena buatku acara televisi tidak terlalu menarik apalagi kalau acaranya itu itu saja. Dan sejak siang entah kenapa aku betul betul menikmati acaranya sampai acara malam hari, dan ternyata banyak sekali yang aku dapatkan hari ini. Selesai acara Michael jackson, malamnya ada acara Metro Files yang pas pada waktu itu mengulas tokoh proklamator, Soekarno-Hatta. Tentang 2 sisi yang berbeda dari proklamator namun mampu menjadi satu sebagai pengukir sejarah kemerdekaan bangsa. Kenapa disebut dua sisi yang berbeda, karena bung Karno banyak menampilkan sosok yang selalu penuh semangat, energinya mampu membakar semangat rakyat melalui pidato-pidatonya, dan tipe yang idealis, berusaha ada di barisan rakyat kecil, siap membela mereka. Sedangkan bung Hatta adalah sosok yang tenang, pengalamannya pernah dikirim ke negara lain membuat beliau selalu terbuka pada perubahan, dan sebagai proklamator bung Hatta banyak mewakili aspirasi rakyat Indonesia. Sehabis belajar tentang sejarah Indonesia, acara beralih ke Face to Face Desi Anwar. Dan kali ini tokoh yang diwawancara adalah Dalai Lama, pemimpin tinggi Tibet. Ada beberapa hal yang membuatku selalu teringat. Ketika Desi Anwar bertanya pada Dalai Lama tentang apa itu pandangannya terhadap manusia sekarang, menyikapinya dan apa itu kebahagiaan. Saat itu Dalai Lama memberikan ulasan, bahwa pada lapisan pertama semua manusia adalah sama, tidak perduli kaya miskin cantik jelek berpangkat atau tidak. Namun pada sekarang ini orang cenderung berpusat pada lapisan kedua yaitu ego, gengsi, kepentingan, keinginan, nafsu dll. Sehingga akhirnya muncul ketidakseimbangan dan yang berdampak pada kekacauan dikarenakan keinginan dan kepentingannya tidak terpenuhi. Menurut Dalai Lama, apabila kita ingin mengembalikan keseimbangan tersebut, haruslah fokus pada lapisan yang pertama, sebuah pemahaman tentang sosok manusia, hal ini juga berkenaan dengan memberikan perubahan. Apabila kita berusaha mempengaruhi atau merubah seseorang dengan cara kekerasan yang akan terjadi adalah perubahan tetapi pada jasmaninya, namun apabila kita ingin membuat perubahan secara total, berikan pengertian dan pemahaman. Tentang makna kebahagiaan, menurut Dalai Lama akan kita temukan apabila kita membuat hidup kita lebih bermakna, dengan memberikan manfaat positif akan keberadaan kita atau setidaknya berguna untuk orang-orang disekitar kita. Jadi isilah waktu yang diberikan dengan hal-hal positif yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain, sehingga kita tak melaluinya sia-sia. Dan program terakhir yang aku tonton adalah ESQ-Ary Ginanjar temanya jalan menuju sukses, yang banyak memberikan masukan tentang mendidik anak agar tak mudah terpengaruh lingkungan luar. Yaitu dengan diberikan pemahaman sejak dini tentang siapa diri kita dan mau kemana kita menuju. Ya, buatku semua memang tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Semula yang ternyata aku tidak hoby menonton TV bisa menghabiskan waktu lumayan lama didepan TV. Dan seperti aku bilang tadi, semua hal bisa berakhir positif atau negatif tergantung kita menilainya, dan untuk menilai kita harus mau membuka diri mencari referensi sebanyak banyaknya. Namun apabila hal yang dihadapi jelas banyak menimbulkan efek negatif, seperti menonton acara gosip atau sinetron, lebih baik putuskan untuk tinggalkan, sebelum referensi kita menjadi kabur tak beraturan... So,....always open your mind..think positive and belief in yourself. Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Muncul Lagi

Akhirnya, mulai kubuka lagi blog ini, setelah sekian lama tidak pernah dibuka, tidak pernah diupdate isi isinya. Sebetulnya sudah kangen juga buat ngisi dan menulis lagi. Karena adanya support dari seseorang dan juga inspirasi dari membaca buku karya Pipiet Senja. Yah...coba memulai lagi belajar menulis hal yang ringan-ringan sehingga menjadi terbiasa.
Kalau dipikir pikir kenapa ya, sekarang tak pernah menulis, bahkan menulis buku agenda harian pun jarang, mungkin juga karena banyaknya hal yang mengisi otak dan harus dilakukan. Apalagi di pekerjaan yang baru ini aku dituntut extra keras buat belajar banyak hal, dan aku juga termasuk orang yang suka tantangan, apabila ada minat aku juga tak mau setengah setengah.
Sudah hampir 3 bulan aku menggeluti pekerjaan baruku. Kebetulan sekali atasanku adalah orang yang masih cukup muda sekitar 38-40 tahun, dan dia terbuka dengan hal hal baru, sehingga pas dengan diriku yang juga suka perubahan.
Disini aku diberikan job des yang lumayan banyak, mulai dari memenuhi permintaan pak bos, contact dengan supplier dan customer, mengatur impor barang, sampai membuat analisa data perusahaan. Memang awalnya seperti terpontang panting, memaksakan diri untuk cepat merespon situasi.
Dibandingkan dengan perusahaan yang lama, jauh sekali. Disana aku tergolong sebagai karyawan pasif, karena setiap ada ide yang kukeluarkan tak pernah ada tanggapan, akhirnya otak jadi melempem. Untung juga aku masih diberikan kesempatan buat berkarya, jadi tak ingin sia siakan waktu.
Gol dalam waktu terdekat, lebih disiplin dalam mengatur waktu, konsisten dan fokus dan tidak lupa juga tersenyum.........ok..
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

MUSIM PENGHUJAN

Musim hujan sudahlah tiba. Seperti yang sudah – sudah musim ini begitu ditunggu-tunggu. Musim yang membuat dataran kembali hijau, daun – daun kembali bergerak dan tumbuh, bunga-bunga kembali tersenyum. Sawah-sawah kembali dalam kehidupannya dan seluruh bumi seakan bersorak menyambutnya. Kodok-kodok di sawah kembali memulai barisan iramanya, bagaikan sudah diatur, setiap saat mereka menunjukkan kebolehannya….. thet thet thet…..bung bung….. seakan ada pesan yang tersampaikan membuat semua ikut bernyanyi.
“thet thet thet….. Hujan telah tiba Terompet ku mulai kubuka Dengar kawan Suaraku yang paling menawan Bung bung bung…… Hujan telah datang Kusambut dengan riang Inilah waktuku Bukan untuk terpaku”
Konon, kata orang-orang tua para kodok memang mempunyai barisan paduan suara, dan apabila pada saat bernyanyi, salah seekor kodok ada yang salah mengucapkan nada, dipercaya mereka akan diserang teman-temannya yang lain. (siapa tahu?...?) Musim penghujan memang selalu ditunggu, seolah datang untuk mengguyur apapun yang kering, menyiram apapun yang gersang. Seperti mulai munculnya penghidupan, penghujan ditunggu untuk menghapus keresahan dan kegelisahan. Kegelisahan para petani yang menunggu sawahnya yang perlu air, kegelisahan orang-orang yang merasakan matahari sudah tidak begitu bersahabat. Juga para penjual payung dan jas hujan…. Ternyata, meskipun hujan begitu ditunggu, tetap saja banyak upaya orang untuk tidak membiarkan dirinya tersentuh air hujan. Jika mengingat itu, ingin rasanya seperti masa kecil dulu, tidak perdulikan hujan mengguyur tubuh, hati rasanya senang. Tidak perduli terkena pilek, yang penting bisa tertawa bebas tanpa merasa ada beban. Dan merasakan air hujan menggelitik kepala, mengalir di kulit dan seakan meresap ke dalam tubuh. Energinya begitu terasa dan rasa bahagia begitu nyata….. Saat seperti itulah kurasa hujan begitu ditunggu.
“tik.. tik..tik.. Tetes hujan kembali menyapa, Di dalam hati yang lama tak tersiram, Hujan….. selalu datang, Tanpa ragu… Mengguyur kepala dan seisinya. Hujan… Aku tahu engkau melewati banyak masa, Untuk sampai disini, Tidak tahu harus sedih ataupun marah, Bagi mereka penemu payung Dan jas hujan. Karenanya,… Tak lagi kurasakan sejuknya tetesmu Sampai didalam hati. Hujan… Datangmu yang begitu kutunggu, Tanpa maksud untuk menjauh. Mengingatkanku pada masa kecil,… Ketika hanya ada tawa.. Ketika engkau datang.” (untuk hujan yang menyapa kemarau-ku, 271008, 15.00)
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Musim hujan sudahlah tiba. Seperti yang sudah – sudah musim ini begitu ditunggu-tunggu. Musim yang membuat dataran kembali hijau, daun – daun kembali bergerak dan tumbuh, bunga-bunga kembali tersenyum. Sawah-sawah kembali dalam kehidupannya dan seluruh bumi seakan bersorak menyambutnya. Kodok-kodok di sawah kembali memulai barisan iramanya, bagaikan sudah diatur, setiap saat mereka menunjukkan kebolehannya….. thet thet thet…..bung bung….. seakan ada pesan yang tersampaikan membuat semua ikut bernyanyi.
“thet thet thet….. Hujan telah tiba Terompet ku mulai kubuka Dengar kawan Suaraku yang paling menawan Bung bung bung…… Hujan telah datang Kusambut dengan riang Inilah waktuku Bukan untuk terpaku”
Konon, kata orang-orang tua para kodok memang mempunyai barisan paduan suara, dan apabila pada saat bernyanyi, salah seekor kodok ada yang salah mengucapkan nada, dipercaya mereka akan diserang teman-temannya yang lain. (siapa tahu?...?) Musim penghujan memang selalu ditunggu, seolah datang untuk mengguyur apapun yang kering, menyiram apapun yang gersang. Seperti mulai munculnya penghidupan, penghujan ditunggu untuk menghapus keresahan dan kegelisahan. Kegelisahan para petani yang menunggu sawahnya yang perlu air, kegelisahan orang-orang yang merasakan matahari sudah tidak begitu bersahabat. Juga para penjual payung dan jas hujan…. Ternyata, meskipun hujan begitu ditunggu, tetap saja banyak upaya orang untuk tidak membiarkan dirinya tersentuh air hujan. Jika mengingat itu, ingin rasanya seperti masa kecil dulu, tidak perdulikan hujan mengguyur tubuh, hati rasanya senang. Tidak perduli terkena pilek, yang penting bisa tertawa bebas tanpa merasa ada beban. Dan merasakan air hujan menggelitik kepala, mengalir di kulit dan seakan meresap ke dalam tubuh. Energinya begitu terasa dan rasa bahagia begitu nyata….. Saat seperti itulah kurasa hujan begitu ditunggu.
“tik.. tik..tik.. Tetes hujan kembali menyapa, Di dalam hati yang lama tak tersiram, Hujan….. selalu datang, Tanpa ragu… Mengguyur kepala dan seisinya. Hujan… Aku tahu engkau melewati banyak masa, Untuk sampai disini, Tidak tahu harus sedih ataupun marah, Bagi mereka penemu payung Dan jas hujan. Karenanya,… Tak lagi kurasakan sejuknya tetesmu Sampai didalam hati. Hujan… Datangmu yang begitu kutunggu, Tanpa maksud untuk menjauh. Mengingatkanku pada masa kecil,… Ketika hanya ada tawa.. Ketika engkau datang.”
(untuk musim hujan yang menyapa kemarau-ku,271008,15.00)
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

YOU'RE BEAUTIFUL

(by James Blunt) My life is brilliant. My life is brilliant. My love is pure. I saw an angel. Of that I'm sure. She smiled at me on the subway. She was with another man. But I won't lose no sleep on that, 'Cause I've got a plan. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw your face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you. Yeah, she caught my eye, As we walked on by. She could see from my face that I was, Fucking high, And I don't think that I'll see her again, But we shared a moment that will last till the end. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw your face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. There must be an angel with a smile on her face, When she thought up that I should be with you. But it's time to face the truth, I will never be with you.
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

UNTUK TEMAN

teman, pernahkah kau merasakan ? dirimu yang luruh terkelupas seakan kulit tubuh telah terampas. teman, pernahkah kau merasakan ? tak lagi kau bisa bedakan apa yang telah tubuhmu lakukan teman, pernahkah kau merasakan ? kau mengaku ada namun bayanganmu tak terasa seakan berjalan jauh namun tak kaurasa lelah seakan telah melihat apapun namun hanya tatapan kosong yang kau dapat sudah hilangkah kepekaan itu? sudah lenyapkah perasaan itu?
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

TUNGGU AKU

untuknya yang terpisah dariku sementara menanti waktu bersabarlah menahan kan kujemput dengan seribu kerinduan.
untuknya yang jauh dari genggamanku bersabarlah menunggu ku kan datang dengan sejuta sayang.
janji ku akan ada membawa pesan yang tertunda mendekapmu dalam pelukan yang tak akan kulepaskan. janji ku untukmu berikrar saling bersatu melewati pahit dan manis dengan tawa dan tangis. senyum mu lah yang selalu kutunggu dalam setiap detik waktu bening matamu yang selalu kucari disetiap mimpi-mimpi. tunggu aku sayang aku pasti datang hanya untukmu buah hatiku. (231008, untuk bagian dari diriku yang terlepas menunggu saat tiba)
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BELAJAR MENULIS

dalam selembar kertas putih ku aku mulai belajar menulis kutulis apa yang kulihat kutulis apa yang kudengar dan kutulis apa yang kurasakan. baru aku tahu dan sadari ternyata aku begitu suka menulis ternyata menulis begitu menyenangkan hingga aku berusaha menulisnya seindah mungkin. namun, entah karena lelah ku menulis atau pena ku yang rusak setitik noktah mulai berhenti terdiam semakin lama semakin besar. begitu hitam dan pekat memenuhi lembar kertas ku aku bingung, "kenapa pena ku tak jua terangkat?" takut ku mulai muncul. "bagaimana menghapusnya?" aku ingin menghapusnya mengembalikannya menjadi kertas putih dan sejuta cerita indah sebelum lonceng dibunyikan tanda mengumpulkan telah tiba. beri aku waktu sedikit lagi,........ aku tidak ingin coretan merah ada disana.. aku takut...
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

MATAHARI DALAM HIDUP

engkau adalah matahari dalam hari ku yang membuat hari-ku selalu hangat oleh tawa dan tangis mu. engkau adalah matahari dalam waktu ku yang membuat waktu ku selalu berbeda oleh tingkah dan laku mu. engkau adalah matahari dalam kelemahanku yang membuat pahit ku selalu manis oleh celoteh mu. engkau adalah matahari dalam ketiadaanku yang membuat jatuh ku selalu indah oleh senyum manismu. matahari ku, bantulah aku menjadi yang berguna untuk mu buatlah aku menjadi yang selalu kaubutuhkan dan menjadi yang selalu kau sayang. matahari ku, sakit ketika memapahmu melihat cahaya pertama malam tanpa tidur ku dan lelah menjagamu dalam tidur, terhapuskan hanya oleh mu. terhapuskan oleh bening tatap matamu yang selalu kautujukan untuk ku, sayang. (to my lovely boy-i miss u so much, 211008) Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

CURHAT BUAT SAHABAT

Sahabatku, usai tawa ini izinkan aku bercerita: Telah jauh aku mendaki sesak udara diatas puncak khayalan jangan sampai kau disana Telah jauh kuterjatuh pedihnya luka didasar jurang kecewa dan kini sampailah aku disini,... Yang cuma ingin diam, duduk ditempatku menanti seseorang yang biasa saja segelas air ditangannya, kala kuterbaring.... sakit yang sudi dekat, mendekap tanganku mencari teduhnya dalam mataku dan berbisik:"Pandang aku, kau tak sendiri, oh, dewi-ku..." dan demi Tuhan hanya itulah yang itu saja kuinginkan. Sahabatku, bukan maksud hati membebani, tetapi.... Telah lama kumenanti satu malam sunyi untuk kuakhiri dan usai tangis ini, aku kan berjanji... Untuk diam, duduk ditempatku menanti seseorang yang biasa saja segelas air ditangannya, kala kuterbaring.... sakit menentang malam, tanpa bimbang lagi Demi satu dewi yang lelah bermimpi dan berbisik,"Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..." Wahai Tuhan, jangan bilang itu terlalu tinggi. (puisi Dee, Rectoverso, 2008)
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

dalam lelah-ku

dalam lelah ku berjalan aku mencoba menarik nafas panjang memikirkan yang sudah terlewati dalam gelisah ku dihati aku mencoba mengingat diri dari segala dosa yang terbuat olehku. sejenak aku berhenti berkaca pada apa yang bisa ku kaca tak kulihat satu pun bayangan terpantul sejenak aku beristirahat bertanya pada diri disaat keberadaan mulai samar. Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

KESEMPATAN ITU...

hanya satu kali ada disini dan kesempatan tidak-lah datang lagi mungkin ataupun tidak mungkin suka ataupun tidak suka inilah yang terbaik untuk-ku yang telah pasti dipilihkan untuk-ku untuk apa meratap dan dengki ? karena setiap orang mendapat bagian sendiri sesuai dengan kemampuannya kamu tidaklah lebih pandai dari-Nya Yang Mengetahui segala dalam isi otak-mu segala dalam pikiran dan jiwa-mu penggenggam masa depan-mu untuk apa berpaling dari hal yang sudah pasti sudah pasti kebenarannya hanya satu yang perlu dilakukan bersyukur dari hati yang terdalam karena segala dari-Nya adalah yang terbaik. Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BERLARI MENGEJAR ANGIN

Satu jalinan kembali terurai, melepaskan diri dari keterbatasan, meloloskan diri dari ketiadaan, demi sebuah impian. Sudah sekian lama kami terjalin, dari suatu kisah di masa kecil, kami lalui waktu bersama, dalam tangis dan juga tawa. Ingatkah kau?, ketika kita berselisih ketika saling pukul dan lempar hingga kesabaran-mu lah yang bertahan. Ingatkah kau?, ketika tumbuh dalam suatu tantangan, kita lalui semua dalam amarah, meski peringatan tanpa lelah terucap. Ingatkah kau?, akan liku-liku masa dan tempat, yang pernah kita lalui, selalu nyata dan jelas dalam ingatan. Ternyata tetes mata-ku ikutlah runtuh, seperti tidak kuasa melepas, ternyata hati dan rasa-ku begitu dalam, meski selama ini tidak pernah kusadari. Ya.. satu jalinan kembali terurai, menggeliat mengucap salam, kulihat di mata dan senyumnya, penuh cita dan impian disana. Selamat jalan, janji kita untuk bertemu disuatu waktu, disuatu keadaan yang berbeda, disuatu pribadi yang lebih baik. kejar impian-mu!... minta-lah angin membantu langkah-mu, tanya-lah matahari untuk menghangatkan-mu, dan bintang ketika malam-mu sepi. dan... selalu ingat-lah... kemana... kau akan kembali.... (mengenang saudara-saudara-ku tersayang yang sedang terbang mengejar impian, 121008) Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

DALAM LORONG

aku berjalan dalam lorong kesalahan menapaki lumpur-lumpur dosa begitu jelas jejak-ku tertinggal dalam gelap pekatnya langkah. perjalananku hanya mengikuti ingin-ku dengan mata buta tanpa arah dan hati tertutup kabut jiwa yang kerdil selalu mengikuti. dari kejauhan kulihat akhir dari lorong ini cahaya yang menyilaukan ingin aku berlari menuju-Nya mencoba menggerakkan hati dan jiwa yang membeku. namun kenapa tak jua terlangkah ? seakan menikmati terbenamnya kedua kaki dan menikmati semua dosa-dosa-ku tanpa mau beranjak pada kebenaran. cahaya itu ada, tetaplah menunggu Maha Tahu apa yang kau perbuat disini tidak takutkah kau akan dosa ? tidak takutkah kau akan dia ? Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

LUKA

Luka itu memerih kini mengiris sebagian hati meninggalkan penyesalan disepanjang sejarah waktu. Namun harus kukejar matahari menuntaskan segala rasa sakit agar tak terpuruk-ku nanti. dan... luka-ku sembuh jua Kau sentuh dengan zat-Mu keperihan itu sirna, namun Kau harus mengingatkan-ku kenangan pahit itu takkan hilang.

Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

hilang

lentera-ku padam semenjak kutinggalkan cahaya-Mu tubuh-ku tak bersisa setelah kujauhi bayangan-Mu ada yang hilang dari hari ada yang lenyap dari hati Kau tahu kini Aku memanggil-Mu aku akan berhenti bila Kau hadir atau Kau menjauh

Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kembali pada-Mu

Jangan tinggalkan aku karena Kau laut dan aku ombak-Mu karena Kau suara dan aku gema-Mu dan aku selalu kembali pada-Mu

Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments