TV PROGRAM

Hari ini aku lumayan menikmati nonton TV, tumben sekali memang, karena buatku acara televisi tidak terlalu menarik apalagi kalau acaranya itu itu saja. Dan sejak siang entah kenapa aku betul betul menikmati acaranya sampai acara malam hari, dan ternyata banyak sekali yang aku dapatkan hari ini. Selesai acara Michael jackson, malamnya ada acara Metro Files yang pas pada waktu itu mengulas tokoh proklamator, Soekarno-Hatta. Tentang 2 sisi yang berbeda dari proklamator namun mampu menjadi satu sebagai pengukir sejarah kemerdekaan bangsa. Kenapa disebut dua sisi yang berbeda, karena bung Karno banyak menampilkan sosok yang selalu penuh semangat, energinya mampu membakar semangat rakyat melalui pidato-pidatonya, dan tipe yang idealis, berusaha ada di barisan rakyat kecil, siap membela mereka. Sedangkan bung Hatta adalah sosok yang tenang, pengalamannya pernah dikirim ke negara lain membuat beliau selalu terbuka pada perubahan, dan sebagai proklamator bung Hatta banyak mewakili aspirasi rakyat Indonesia. Sehabis belajar tentang sejarah Indonesia, acara beralih ke Face to Face Desi Anwar. Dan kali ini tokoh yang diwawancara adalah Dalai Lama, pemimpin tinggi Tibet. Ada beberapa hal yang membuatku selalu teringat. Ketika Desi Anwar bertanya pada Dalai Lama tentang apa itu pandangannya terhadap manusia sekarang, menyikapinya dan apa itu kebahagiaan. Saat itu Dalai Lama memberikan ulasan, bahwa pada lapisan pertama semua manusia adalah sama, tidak perduli kaya miskin cantik jelek berpangkat atau tidak. Namun pada sekarang ini orang cenderung berpusat pada lapisan kedua yaitu ego, gengsi, kepentingan, keinginan, nafsu dll. Sehingga akhirnya muncul ketidakseimbangan dan yang berdampak pada kekacauan dikarenakan keinginan dan kepentingannya tidak terpenuhi. Menurut Dalai Lama, apabila kita ingin mengembalikan keseimbangan tersebut, haruslah fokus pada lapisan yang pertama, sebuah pemahaman tentang sosok manusia, hal ini juga berkenaan dengan memberikan perubahan. Apabila kita berusaha mempengaruhi atau merubah seseorang dengan cara kekerasan yang akan terjadi adalah perubahan tetapi pada jasmaninya, namun apabila kita ingin membuat perubahan secara total, berikan pengertian dan pemahaman. Tentang makna kebahagiaan, menurut Dalai Lama akan kita temukan apabila kita membuat hidup kita lebih bermakna, dengan memberikan manfaat positif akan keberadaan kita atau setidaknya berguna untuk orang-orang disekitar kita. Jadi isilah waktu yang diberikan dengan hal-hal positif yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain, sehingga kita tak melaluinya sia-sia. Dan program terakhir yang aku tonton adalah ESQ-Ary Ginanjar temanya jalan menuju sukses, yang banyak memberikan masukan tentang mendidik anak agar tak mudah terpengaruh lingkungan luar. Yaitu dengan diberikan pemahaman sejak dini tentang siapa diri kita dan mau kemana kita menuju. Ya, buatku semua memang tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Semula yang ternyata aku tidak hoby menonton TV bisa menghabiskan waktu lumayan lama didepan TV. Dan seperti aku bilang tadi, semua hal bisa berakhir positif atau negatif tergantung kita menilainya, dan untuk menilai kita harus mau membuka diri mencari referensi sebanyak banyaknya. Namun apabila hal yang dihadapi jelas banyak menimbulkan efek negatif, seperti menonton acara gosip atau sinetron, lebih baik putuskan untuk tinggalkan, sebelum referensi kita menjadi kabur tak beraturan... So,....always open your mind..think positive and belief in yourself. Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BRAIN'S EMOTIONAL MEMORY BANK

Ketika aku membaca buku ESQ-Emotional spiritual Quotation karya Ari Ginanjar Agustian, ada satu istilah yang membuatku tertarik untuk mencari informasi lebih banyak. Dan kebetulan istilah ini ada hubungannya dengan diriku juga. Yaitu istilah ‘amigdala’. Disebutkan di buku ini bahwa Amigdala adalah struktur yang memainkan peranan sangat penting dalam situasi darurat emosi, yang merupakan brain’s emotional memory bank – tempat menyimpan semua kenangan kejayaan ataupun kegagalan, harapan dan ketakutan, kejengkelan dan frustasi. (Agustian, 2001:282)
Mengapa aku tertarik dengan istilah, mungkin bisa kujelaskan sedikit disini. Sepanjang aku mengenal diriku, dan juga pendapat dari orang – orang yang mengenalku, aku adalah tipikal orang yang cukup sensitive, buatku disini ada dua arti kata sensitive, dalam arti positif yaitu peka terhadap situasi ataupun dalam arti negative berarti mudah tersinggung. Di dua hal ini aku berada, sampai – sampai kalau aku mendengar, melihat ataupun membaca tentang hal-hal yang menyedihkan langsung spontan keluar air mata (hehehe…cengeng). Sama hal nya dengan mengingat. Kalau aku mengingat hal-hal masa lalu yang menjengkelkan meskipun itu sudah lewat bertahun tahun, masih juga merasa jengkel dan muncul emosi ataupun hal hal yang menyedihkan meskipun itu sudah lewat lama, masih juga merasa sedih apabila mengingatnya. Itulah sebab aku mencari tahu tentang hal tersebut, dengan harapan agar lebih mudah mengontrol emosi emosi yang negative.
Menurut Joseph Ledoux dalam penelitiannya di Centre of Neural Science, New York, amygdala adalah komponen utama penghasil emosi, bentuknya menyerupai kacang almond sehingga kenapa disebut dengan Amigdala dalam bahasa Yunani. Didalam susunan otak, manusia mempunyai dua amigdala yang ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran primata lainnya.
Amigdala adalah bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan ingatan yang berkaitan dengan emosi. Cara kerjanya, amigdala akan memindai semua informasi yang masuk melalui panca indra, melalui pertanyaan yang sangat sederhana seperti: “Apakah ini sesuatu yang sangat dibenci ? ditakuti?..” apabila jawabannya ya, amigdala akan mengirimkan sinyal siaga ke seluruh bagian otak. Ketika terjadi suatu kejadian yang memicu emosi, misalkan takut, yang terjadi adlah amigdala mengirim pesan keseluruh bagian otak sehingga memicu dikeluarkannya hormone yang berkenaan mulai dari muculnya reaksi paling dasar dari system, mensiagakan otot dan lainnya. Selain itu amygdala juga memicu dikeluarkannya neurotransmitter norepinephrine untuk meningkatkan reaksi dari area utama otak, sehingga panca indra menjadi lebih siaga. amygdala juga mengirim pesan ke batang otak sehingga memunculkan ekspresi takut, ketegangan, meningkatkan laju detak jantung yang meninggikan tekanan darah dan membuat nafas menjadi lebih cepat dan dangkal. Penelitian yang dilakukan oleh LeDoux mengindikasikan bahwa aliran informasi yang diterima dari panca indra terpecah menjadi dua jalur. Satu jalur menuju ke thalamus berlanjut ke neo cortex, sementara jalur yang lain mengarah ke amygdala. Jalur langsung dari thalamus ke amygdala terdiri atas rangkaian neuron yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pada jalur yang menghubungkan thalamus dengan neo cortex. Sebagai ilustrasi pada tikus, rute antara thalamus ke neo cortex panjangnya dua kali lebih panjang dibandingkan rute dari thalamus ke amygdala. Informasi dari thalamus ke amygdala dapat bergerak dalam satuan 12/1000 detik (lebih singkat dari pada satu nafas). Arsitektur ini yang memungkinkan amygdala dapat merespon lebih cepat (sangat kilat) bahkan sebelum neo cortex menerima dan mengenali keseluruhan informasi yang dikirim dari thalamus.
Dari thalamus sebagian besar informasi mengalir ke neo cortex dibandingkan ke amygdala. Bagian yang mengatur aliran informasi tersebut adalah prefrontal lobes. Ketika ada suatu kejadian yang tidak diinginkan, prefrontal lobes melakukan penimbangan untung-rugi atas respon yang akan dilakukan. Pada binatang, responnya sangat terbatas, lawan atau lari. Pada manusia alternatif responnya bisa lebih banyak, mulai dari lawan, negosiasi, diskusi, merayu, hingga lari. Sama seperti amygdala, ketiadaan prefrontal lobes membuat individu tidak memiliki aspek emosional pada hidupnya.
Emosi dan memori saling mempengaruhi satu sama lain, artinya emosi dapat mendatangkan kembali memori tertentu dan sebaliknya memori juga dapat memicu emosi tertentu. Hal ini tentunya mengindikasikan betapa strategisnya peranan emosi pada keberhasilan pembelajaran individu. Untuk menjamin keberhasilan belajar siswa, contohnya, ia perlu dibekali dengan kemampuan mengenai manajemen emosi (lebih besar konteksnya dibandingkan hanya sebatas pengendalian emosi).
Jika ditinjau dari segi anatomi otak, bagian yang berhubungan langsung dengan fungsi memori adalah hippocampus. Hippocampus memainkan peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan memory faktual. Pada pengalaman keseharian, hippocampus adalah bagian yang membuat anda mengenali wajah teman anda, si Rudi. Sementara amygdala yang menambahkan unsur emosi atas memori tersebut; betapa anda membenci si Rudi.Peranan amygdala, yang menambahkan unsur emosional pada memori tertentu, membuat memori tersebut lebih tahan lama. Itulah sebabnya mengapa pengalaman yang emosional mudah diingat.
Otak ternyata memiliki dua sistem memori, memori faktual dan memori emosional. Memori faktual berkenaan dengan informasi yang tidak memicu munculnya emosi tertentu pada diri individu, sebatas dry facts. Misalnya informasi mengenai hari Soempah Pemoeda, tanggal 28 Oktober 1928. Adapun memori emosional sangat berkenaan dengan informasi yang dapat memicu munculnya (kembali) emosi tertentu yang dulu pernah anda alami.
Ketika terdapat satu elemen dari pengalaman saat ini yang serupa dengan satu elemen dari pengalaman masa lalu, secara otomatis amygdala mengidentifikasi seolah kedua pengalaman tersebut identik. Hal ini menjelaskan mekanisme kerja emosional anchoring/anchor. Artinya ketika individu mendapati satu komponen pengalaman masa lalu pada masa sekarang, maka hal itu akan memicu amygdala untuk secara asosiatif memunculkan kembali seluruh pengalaman masa lampau. Dan inilah pula yang menjelaskan mengapa anda bisa menangis atau marah-marah saat ketika melewati suatu jalan tertentu.
Lebi lanjut, para peneliti dari Universitas California yaitu James McGaugh dan Larry Cahill melakukan studi penting yang menunjukkan bagaimana emosi berkaitan dengan peningkatan dan penguatan memori dan kemampuan belajar. Professor pendidikan dari Universitas Oregon, Robert
Sylwester juga mengemukakan bahwa emosi sangat penting bagi proses pendidikan karena emosi menarik dan mendorong proses belajar dan penguatan memori. Jangan pernah memisahkan emosi dari aktivitas-aktivitas penting kehidupan karena sama dengan memisahkan dua sisi mata uang.
Itulah sebabnya mengapa begitu penting bahwa kita sebagai pembelajar, belajar bagaimana mengendalikan dan menguasai keadaan pikiran, dan bagaimana mengajar anak-anak anda
tentang bagaimana mengetahui, mengenal, dan mengendalikan emosi harus menjadi bagian dari pembelajaran di rumah masing-masing.
Soerabaja, 20-06-2010
/span>
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

RUANG HATI

Sering aku membayangkan,
didalam pikiranku terdapat banyak ruang
ruang yang penuh dengan pintu-pintu
dan tak lupa juga kunci kunci
Kalau kuingat,
pernah aku tersesat didalamnya
sampai hampir kutak temukan jalan kembali
tetapi ternyata aku melihat sebuah pelita
hingga ku mampu menemukan jalan.
Jika kuhitung dan kutuliskan,
ada beberapa ruang yang pastinya
setiap ruangan itu meninggalkan kenangan.
juga tempat yang membuatku selalu was was
dan di ruangan in juga aku terhempas
aku tersandung entah karena apa
aku juga tak tahu
ruangan yang dulunya membuatku selalu melayang
kini membuatku jatuh dan
disini aku berkaca
aku melihat diriku,
wajahku
ingatanku
kulihat pantulan seorang yang hilang akal
kulihat diri yang tak kukenali
sadar kulihat sekeliling
oh.. hanya ada gambar gambar semu
yang mulai berjatuhan satu persatu
mimpikah aku?
tau ini lah sebetulmya kenyataan.
kulabur kembali dindingnya
kubersihkan dan kusapu bersih ruangan itu
dan kutampar pipiku
ya.. ini hanyalah mimpi
tak ada hal yang harus membuatku terbang
dan kaset pemutar suara suara itu ternyata
hanyalah rekaman belaka
dan gambar gambar itu...
serasa aku menonton film
dan bodohnya, aku menikmati
dan ingin mengalami
s
Senyumku kembali mngembang
tak takut ku lagi
karena itu hanyalah mimpi penghias malam
kupandang tuk terakhir kali
dan kututup pintu ruangan itu
ku kunci rapat dan kutinggalkan
dalam jejak ku dan benak ku mengingat
itu
hanyalah
mimpi.........
dan
coba
tuk tak terberkas
dihati.
(dari ruang hatiku)
Read more...
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BYE BYE

This is for my peoples who just lost somebody
Your best friend, your baby, your man, or your lady
Put your hand way up high
We will never say bye
Mamas, daddies, sisters, brothers, friends and cousins
This is for my peoples who lost their grandmothers
Lift your head to the sky 'cause we will never say bye
As a child there were them times
I didn't get it but you kept me in line
I didn't know why you didn't show up sometimes
On Sunday mornings, and I missed you
But I'm glad we talked through
All them grown folk things
Separation brings
You never let me know it
You never let it show because
You loved me and obviously
There's so much more left to say
If you were with me today face to face
I never knew I could hurt like this
And everyday life goes on like
"I wish I could talk to you for awhile"
Miss you but I try not to cry
As time goes by
And it's true that you've reached a better place
Still I'd give the world to see your face
And I'm right here next to you
But it's like you're gone too soon
Now the hardest thing to do is say bye bye
And you never got the chance to see how good I've done
And you never got to see me back at number one
I wish that you were here to celebrate together
I wish that we could spend the holidays together
I remember when you used to tuck me in at night
With the Teddy Bear you gave to me that I held so tight
I thought you were so strong
You'd make it through whatever
It's so hard to accept the fact you're gone forever
Akhir akhir ini lagu ini banyak memberikan inspirasi buatku, selain irama lagunya membuat semangat buat memulai aktivitas, makna liriknya pun ternyata bagus juga.
Lagu ini banyak menceritakan tentang arti sebuah perpisahan. Seperti ada pepatah, "Ada awal juga pasti ada akhir, ada perjumpaan pasti ada perpisahan". Dan sering kita merasakan sedih dan ditinggalkan apabila orang yang kita sayangi meninggalkan kita. Juga terkadang muncul penyesalan tentang hal hal yang yak sempat kita lakukan semasa ada perjumpaan, ataupun penyesalan tentang tidak memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.
Penyesalan memang selalu datang di akhir bagian, oleh karena itu melalui lagu ini, Mariah Carey mencoba menyampaikan tentang berusaha untuk tidak menyia nyiakan kesempatan. Apabila kita mempunyai rasa sayang kepada seseorang dan perhatian, coba untuk menyampaikan. Apabila ada hal hal positif yang belum sempat kita lakukan coba mulai diwujudkan.
Lagu ini juga mengingatkan pada almarhum bapak yang sudah meninggalkanku belum genap 1 tahun. Banyak hal yang terkadang membuat kita lupa dengan hal kecil namun penting. Dan seperti aku bilang tadi penyesalan selalu datang terlambat. Disaat kesempatan untuk menyayangi, memberikan perhatian dan senyuman, membahagiakan itu ada, aku merasa tidak memanfaatkan dengan baik, dan ketika waktu untuk berpisah tiba selalu terbersit pikiran, coba ada waktu lebih lagi.
Sama halnya dengan hidup, selama kita masih diberikan kesempatan olehNya, terkadang kita terlena oleh hal-hal lain dan sibuk dengan diri sendiri. Banyak hal yang seharusnya mampu kita lakukan lebih namun tak kita lakukan. Juga memberikan yang terbaik buat orang orang yang kita sayangi. Jadi mulailah dari sekarang, apalagi yang kita tunggu....kembali belajar untuk menjadi lebih baik.
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

SAHABAT & BELAHAN JIWAKU

“Ibu gak ada temenge ya? Tak temengi aku ya?”
Itu satu kata-kata yang terngiang di telingaku hari ini. Si kecil sudah beranjak 3 tahun 5 bulan, dan yang membuatku selalu jatuh cinta padanya adalah kata-katanya yang seakan tak pernah habis dan polahnya yang tak pernah bisa diam. Ada yang menyebut anakku termasuk hiperaktif, tetapi buatku dia adalah anak yang aktif dan rasa ingin tahunya begitu tinggi.
Hari ini seperti biasa apabila dia sibuk menonton film kesukaannya, The Barney Show, aku mulai mencari kesibukan dengan membaca buku, dan begitu melihatku membaca buku, si kecil langsung sibuk mengangkut buku bukunya untuk minta dibacakan juga. Dan kali ini aku minta giliran si kecil buat cerita.
“Ayo adhek yang cerita gentian, khan adhek hafal ceritanya”
“Suaraku habis bu, ehm….sambil berlagak batuk batuk " ibu aja…”
“Lho dicoba dulu pasti bisa, tuh dari tadi nyanyi nyanyi juga ga papa”
Langsung dia menjajar buku bukunya
“Yang mana bu, yang ini aja ya,” Sambil menunjuk buku berjudul “Pergi ke Ciulin”
“Ya coba”
Dibukanya halaman pertama, langsung saja si kecil asyik bercerita
“Mau pergi..naik mobil. Ira bawa tas, ade bawa tas, Ari bawa mainan, Ibu bawa tas”
halaman selanjutnya,” banyak mobil di jalan…ayo ibu hitung ada berapa orangnya…1,..2..3..4..5..6..7…ada 7 terus jalan ada mobil ada truk ada bis ada mobil lagi”
Halaman terakhir,” Horee samapai rumah nenek, eh awas ada ayam….hehehe bu ayamnya kaget mau ditabarak ya?...selesai!!!”
Dibuku yang kedua, ada hal yang berbeda dari cara berceritanya. Sempat aku merekam dan kucoba tuliskan disini. Buku kedua berjudul “Pergi Piknik”
“F ong peng eng…”
“Ayo…naik kuda…”
“naik kuda…anta kuda…ayah adhek ibu ayah nenek telus..
“Terus kemana itu ya?
“sini…tooko
“beli apa itu?
“bayong…e song peng keng om ning keng ira dan adhek dan ita dan adhek beli mainan, lho ibu mana?
“Ibu kemana tadi? Beli buah
“ibu disini gak ada?
“Iya dibaliknya ini
“esh ong keng lho ari sama adhek tadi mana?
“di halaman yang tadi beli mainan
“esh ong keng o p keng peng…
“Ibu beli buah apa?
“jeluk…esh ong peng leng keng esh on peng om neng
“buah apa itu? Buah a?
“apel esh m o p meng peng …
“bahasa apa itu?
“lho basa endoneca….esg ong peng m o p keng teng om neng…lho bu sini ada kambing…..es om peng teng….”
Waahh…adhek pinter bercerita…. Tepuk tangan….
Si kecil semakin pandai mengekspresikan perasaannya juga berimajinasi, terkadang kami bermain imajinasi seperti memancing di kolam pinggir tempat tidur dan buat ikan bakar.
Satu hal yang pernah kubaca dalam buku “Bright Mom” karya Iva Afianty, bahwa dengan memberi kebebasan anak untuk berekspresi dan berimajinasi akan semakin membuat mereka mampu mengembangkan kreativitas kerja otak mereka serta meningkatkan kecerdasan. (semoga…).
Buatku, si kecil mampu menjadi teman, sahabat , anak dan seseorang yang bagiku adalah bagian dari jiwaku. Untuknya, kucoba berusaha melakukan yang terbaik. Menjadi apapun pilihannya adalah yang terbaik bagi dirinya.
Tahu nggak? Pernah aku coba Tanya, “Adhek kalau sudah besar mau jadi apa? “
Jawabannya mantap dan sampai sekarang tak berubah, “Jadi robot”
“Kenapa?” “ Iya, robot tu kan kuat, bisa jadi pesawat”.
Jawaban itu mulai imur 2 tahun setengah sampai sekarang tak berubah. Dan yang aku salut, dia sudah mulai berpikir kritis, karena sejak kecil kucoba selalu memberikan pertanyaan mengapa?
Oh ya seperti aku bilang tadi, si kecil bukanlah anak yang suka duduk diam, dia lebih suka bereksplorasi keliling ruangan, kalau bisa kemanapun ada pintu dia akan masuk. Teringat saat itu aku ada keperluan ke Bank, dan seperti biasa antrean customer service begitu lama, hampir satu jam. Dan aku tahu kalau si kecil tidak dialihkan perhatian, dia pasti cepat bosan bereksplorasi di satu ruangan dan akan merengek minta pulang. Akhinya kucoba ajak dia berkomunikasi, setiap dia berjalan kembali kea rah ku selalu kuajak bicara tentang berapa jumlah lampu warna putih dek? 1..2…3… dia akan menghitung. Atau coba hitung orang yang pakai baju biru… berapa jumlah tanaman didalam ruangan…. Dia akan bilang bagus ya bu pohonnya…. Iya makanya jangan dipetik atau dirusak ya… nanti gak bagus lagi jadinya, atau bersih ya ruangannya, jadi jangan buang sampah sembarangan.
Memang, tingkat kesadaran dan peka lingkungan harus ditanamkan sejak dini, hingga mengakar hal yang positif, dan peran ibu sangatlah besar disini, khusus nya dalam mendidik. Harapanku, si kecil menjadi anak yang mengerti. Bukan hanya bisa berbicara atau bertindak tapi tak paham maknanya. Mampu mengerti dan peka akan hal hal semestinya. (Amiinnn…)…
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Muncul Lagi

Akhirnya, mulai kubuka lagi blog ini, setelah sekian lama tidak pernah dibuka, tidak pernah diupdate isi isinya. Sebetulnya sudah kangen juga buat ngisi dan menulis lagi. Karena adanya support dari seseorang dan juga inspirasi dari membaca buku karya Pipiet Senja. Yah...coba memulai lagi belajar menulis hal yang ringan-ringan sehingga menjadi terbiasa.
Kalau dipikir pikir kenapa ya, sekarang tak pernah menulis, bahkan menulis buku agenda harian pun jarang, mungkin juga karena banyaknya hal yang mengisi otak dan harus dilakukan. Apalagi di pekerjaan yang baru ini aku dituntut extra keras buat belajar banyak hal, dan aku juga termasuk orang yang suka tantangan, apabila ada minat aku juga tak mau setengah setengah.
Sudah hampir 3 bulan aku menggeluti pekerjaan baruku. Kebetulan sekali atasanku adalah orang yang masih cukup muda sekitar 38-40 tahun, dan dia terbuka dengan hal hal baru, sehingga pas dengan diriku yang juga suka perubahan.
Disini aku diberikan job des yang lumayan banyak, mulai dari memenuhi permintaan pak bos, contact dengan supplier dan customer, mengatur impor barang, sampai membuat analisa data perusahaan. Memang awalnya seperti terpontang panting, memaksakan diri untuk cepat merespon situasi.
Dibandingkan dengan perusahaan yang lama, jauh sekali. Disana aku tergolong sebagai karyawan pasif, karena setiap ada ide yang kukeluarkan tak pernah ada tanggapan, akhirnya otak jadi melempem. Untung juga aku masih diberikan kesempatan buat berkarya, jadi tak ingin sia siakan waktu.
Gol dalam waktu terdekat, lebih disiplin dalam mengatur waktu, konsisten dan fokus dan tidak lupa juga tersenyum.........ok..
Read more...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments