MENDIDIK ANAK BALITA yang CERDAS

Orang tua mana pun selalu menginginkan buah hatinya menjadi seorang yang cerdas. Hingga usaha apapun akan dilakukan, hingga semakin berkembangnya kebutuhan itu bermunculan pula rupa-rupa media mulai dari flash card sampai CD ataupun berbagai macam buku dan mainan. Dan orang tua menjadi risau ketika si kecil tidak tertarik minatnya sedikit pun, yang membuat anda bertanya-tanya apakah si kecil bermasalah atau anda sendiri yang salah mendidik? Jangan khawatir dulu, ternyata menurut penelitian Linda Acredolo Ph.D, dalam bukunya “Baby Minds: Brain-Building Games Your Baby Will Love, yang berpendapat bahwa “Perkembangan ingatan, kemampuan menyelesaikan masalah, kreativiatas, bahasa dan ketrampilan matematika berkembang ketika anak anda mendapat tantangan, perhatian dan cinta”. Jadi untuk merangsang peningkatan intelegensia si kecil tidak harus memerlukan media yang mahal, namun hanya dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan, memberikan rasa aman dan menciptakan lingkungan yang memberikan pengasuhan, anda sudah membantu pertumbuhan intelegensia si buah hati. Ada 6 cara untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak balita anda 1. Menyanyi bersama Mengajak anak bernyanyi bersama awalnya hanya menimbulkan rasa senang. Anda bisa melakukannya sambil mengerjakan pekerjaan rumah atau saat di perjalanan menjemput kakak. Hingga lambat laun anak anda akan belajar membuat syair lagu dengan kata-katanya sendiri. Membuat lagu pendek dan mendorong anak melakukan hal yang sama membantu meningkatkan ingatan dan perkembangan bahasa anak. Dan hasil penelitian dari University of California di Irvine dan University of Wsconsin di Oshkosh menemukan anak-anak prasekolah yang mempunyai keyboard dan instruksi menyanyi bersama dalam grup mempunyai penalaran spatial-temporal yang lebih baik (ketrampilan yang membantu anak dalam menyusun puzzles, geometri, menyusun balok, pecahan dan perbandingan). 2. Sajak setiap saat Dalam bukunya 125 brain Games for Toddlers and two: Simple Games to Promote Early Brain Development, Jackie Silberg berpendapat bahwa “Sajak membantu meningkatkan komunikasi karena mengajarkan kepada anak-anak bahwa bahasa tidak hanya sekedar merangkai kata-kata tetapi juga bagaimana cara menggunakan kata-kata itu. Sehingga semakin sering anak mendengar sajak, makin cepat dia belajar kata-kata yang menghasilkan berbagai bunyi berbeda, sebuah pemahaman yang mendorong ketrampilan membaca. Selain itu, akan lebih membantu apabila penyampaiannya dilakukan melalui sebuah tindakan yang digambarkan ke dalam gerakan-gerakan. 3. Baca lagi dan lagi Mengekspos buku, game atau lagu yang disukai secara berulang-ulang ternyata mampu membantu anak balita mengembangkan ingatan, rentang perhatian dan perbendaharaan kata. Penelitian menunjukkan, anak yang membaca buku yang sama, memahami kata-kata sulit didalamnya 3 kali lebih baik dibanding anak yang hanya sekali mendengar cerita itu. Selain itu, rasa menguasai yang muncul saat anak mulai membaca buku itu sendiri dengan mengisi kata-kata dan ungkapan yang dia ingat juga mendorong anak untuk mengejar pengetahuan. 4. Mengerjakan matematika Menghitung benda-benda yang ditemui misal: garis-garis pada zebra cross atau buku di rak adalah cara menyenangkan untuk mengajari anak bilangan. Tambahkan beberapa konsep matematik yang lebih lanjut seperti penjumlahan, pengurangan, menunjukkan jika jumlah berubah, contohnya: “ada 4 ekor kucing, I ekor lari sekarang tinggal 3 ekor kucing”, atau katakana sepatu ayah lebih besar daripada sepetu kamu. 5. Bacakan lebih banyak cerita Anda tahu, membacakan buku untuk anak anda merupakan cara yang baik bagi anak untuk belajar melek huruf. Tapi hasil penelitian menemukan, hal ini sama pentingnya dengan membicarakan apa yang anda lihat didalam gambar-gambar, mengajukan pertanyaan yang berhubungan dan mendorong anak untuk membicarakan tokoh dan alur cerita. Dalam hal perkembangan bahasa, anak-anak yang orangtuanya melibatkan mereka dengan cara membaca yang seperti ini lebih cepat belajar membaca dibanding anak-anak yang orangtuanya hanya membacakan teks di buku. Jadi, coba tantang si kecil untuk mencari gambar atau kata-kata di dalam buku untuk melatih konsentrasi. 6. Biarkan mereka bermain Biarkan anak anda bermain apa saja yang diinginkannya agar imajinasi anak mampu berkembang. Ini adalah salah satu cara terbaik mengembangkan kreativitas dirinya. Biarkan cinta anda mengalir Melimpahi anak anda yang berusia 2 tahun dengan cinta tak bersyarat adalah cara terbaik untuk meningkatkan otaknya. Mengungkapkan afeksi kepada anak balita anda akan mampu juga meningkatkan rentang perhatian dan kemampuan-kemampuan sosialnya. Para ahli menemukan bahwa kontak mata, sentuhan dan hubungan emosional meningkatkan jumlah dopamine otak, dimana dopamine adalah neurotransmitter yang berguna untuk melakukan berbagai fungsi penting termasuk belajar fokus dan kerja sama. (menurut Becky Bailey Ph.D dalam bukunya I Love You Rituals). Jadi jangan pelit dengan sentuhan, dekapan dan ciuman. Tambahkan komponen dekapan saat menyanyi bersama. Gunakan pangkuan anda sebagai kendaraan dan lengan anda sebagai dayung untuk merangkulnya r.ishaa (dari berbagai sumber)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

5 comments:

Anonymous said...

sebuah artikel yang menarik untuk diuji coba kelayakannya.

mbak,saya masih bingung dengan bahasan yang terakhir, yakni tentang membiarkan anak bermain apa yang mereka kehendaki. sebaiknya ini lebih diteliti, akan sangat berbahaya kalau kontrol dari kebebasan mereka itu kita tidak mampu. bagaimana dengan kontrol ini? apakah ketika mereka ingin selalu pergi kejalan raya, seperti yang terjadi dengan anak saya,rizqi yang berusia 2,5 tahun. terkadang ia juga suka bermain api. sekali-kali saya kelewat kontrol hingga memarahinya. katanya para pikolog ini akan membentuk kejiwaan seseorang kala dewasa nanti.
ditunggu jawabannya ya mbak.
terima kasih ya mbak atas tipsnya, semoga bermanfaat bagi semua.

Rini

ProyekBisnis said...

Mendidik anak janganlah sampai orangtua melakukan kesalahan,karena itu akan berakibat pada kepribadian anak.terutama bentuk pola asuh kita sebagai orangtua.Pola asuh yang salah bisa saja dapat membuat anak menjadi jiwa yang kerdil dan pesimis.oelh karena itu penting agar orangtua untuk belajar dan memperbaiki gaya didik mereka

-------------------------------------
bagaimana cara mendidik anak agar sukses dan bahagia di anekapilihan.com

r.ishaa said...

Terima kasih mbak Rini sudah membaca artikel ini...
Ya memang betul, dalam memberikan kebebasan bermain pada anak, orangtua harus mampu memberikan kebebasan yang terkendali. Jadi seperti mainan anak-anak "yoyo", kita mencoba menerapkan kebebasan "tarik-ulur". Ada disaat kita membiarkan mereka memilih aktivitas ataupun permainan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi tetap dalam pengawasan.

Nah, kontrol orangtua pun juga harus disesuaikan dengan kondisi si kecil, kita harus berusaha untuk mamahami temperamen si kecil. karena tidak selalu satu pola pendidikan yang mungkin sesuai dengan balita A akan bisa diterapkan pada balita B.
Pada intinya, apabila kita akan menndisiplinkan anak, kita coba terapkan beberapa langkah.
Pertama, anda bisa coba dengan teguran, dalam hal ini kita mencoba mengajak berkomunikasi dengan si anak, kita mencoba menjelaskan apa akibat yang muncul dari sikapnya itu dengan "bahasa mereka", kita mencoba percaya dan memberi waktu kepada mereka untuk menganalisa.
Apabila itu-pun masih tidak mampu, kita akan mencoba memperingatkan dengan suara yang lebih tegas dan tepukan lembut dibahu mereka, atau bisa juga pada saat kita menonton televisi atau kejadian kecelakaan di jalan raya, kita bisa jelaskan kepada mereka sebagai upaya pembelajaran.

Oh ya itu juga tidak terlepas dari orangtua sendiri yang harus mampu memberikan situasi yang aman dan terbaik untuk si kecil. jadi semacam benda-benda yang berbahaya, kita harus menyimpannya dengan baik, atau kalau kondisi rumah ditepi jalan raya, kita bisa menutup dan mengunci pagar agar tidak lalai.

Mungkin segitu dulu mbak Rini, karena saya sendiri juga masih dalam taraf "belajar" sebagai orangtua. terima kasih. salam kenal ya?

ishaa

Mila Maya said...

Artikel yang sangat menarik. Ini membantu menambah wawsan saya dalam mendidik anak2 saya. Pengalaman2 saya juga kutuliskan melalui blog www.jemilamay.blogspot.com dan www.paudonline.blogspot.com

Gracia Dee said...

Artikel yang sangat menarik. Sebagian besar sudah sering saya lakukan bersama 2 buah hati saya. Ternyata memang bermanfaat untuk perkembangan anak ya...syukurlah kalau begitu. Silahkan mampir ke blog saya di http://graciasstory.blogspot.com/

Semoga kita bisa bertukar info ya..terimakasih. :)